Jumat, 21 September 2012

Prospek Usaha Gorden


gorden
Sebagian orang mungkin melihat bahwa usaha gorden (gordyn/hordeng) nampaknya bukan usaha yang prospektif untuk digeluti. Disamping kebutuhan gordyn bukan merupakan kebutuhan primer, bahkan hanya merupakan kebutuhan tertier, intensitas orang membeli gordyn pun tidak sering.

Anggapan ini barangkali tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. Jika, usaha gorden merupakan usaha yang tidak prospekstif, bagaimana mungkin kita bisa melihat toko-toko gorden tetap eksis, banyak ditemukan dipinggir-pinggir jalan, bahkan di pasar-pasar. Dan yang menarik jumlah toko gorden dan penjual atau tukang gorden semakin hari bukannya berkurang justru malah bertambah, meski pertambahannya tidak sebanyak toko-toko makanan atau kelontongan yang menjual kebutuhan sehari-hari.


Prospektif atau tidaknya sebuah usaha, tidak selalu bisa dilihat dari nilai kebutuhan barang yang dijualnya:primer, sekunder, tertier. Karena nilai kebutuhan itu sendiri juga kadang relatif. Bagi sebagian orang, dalam kondisi-kondisi tertentu kebutuhan tertier seperti gorden bisa saja menjadi kebutuhan sekunder bahkan mungkin jadi kebutuhan primer.

Jadi, jika masih ada pertanyaan, masih prospektifkah terjun atau mengelola usaha gorden? Maka jawabannya tentu saja ya. Satu keluarga mungkin tidak membeli gorden setiap lima tahu sekali, tapi jika anda lihat pembangunan perumahan-perumahan baru, baik dikota-kota maupun di pedesaan, maka kita bisa menyimpulkan bahwa usaha yang satu ini masih sangat bisa diandalkan untuk digeluti dan membuahkan keuntungan. Begitu pula dengan perkantoran, rumah sakit, sekolah, kampus dan berbagai tempat lainnya yang membutuhkan gorden, maka sudah bisa dipastikan, jika anda berminat untuk menggeluti usaha ini, segera anda bulatkan niat, fokuskan perhatian, cari mitra usaha yang bisa membimbing anda dalam mengembangkan usaha gorden, dan anda bisa menyimpulkan sendiri, masih prosfektifkah usaha ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar